Senin, 27 Mei 2013

Apa Kamu Akan Tetap Bertahan?

Kamu sudah tau kan? Seberapa sering aku kadang melawan sakitku.
Bertahan dengan tasbih dan doa. Peralatan dokter, obat.
Kamu sudah taukan? Kalau rambutku mulai rontok helai demi helai.
Kamu sudah taukan? Kalau kulitku sudah mulai keriput karna alat-alat itu dan obat kimia yang menjalar jadi prioritas di tubuhku agar aku bertahan.

------------
Apa kamu masih mau? Bertahan di sampingku ketika rambutku bahkan sudah rontok sama sekali?
Apa kamu masih mau? Bertahan disampingku ketika berjalanpun aku harus dipapah.
Apa kamu masih mau? Bertahan disampingku ketika aku harus menggunakan kursi roda untuk menggantikan kakiku?
Apa kamu masih mau? Bertahan disampingku ketika kamu hanya bisa menungguiku disamping kasurku?

Aku tidak memaksamu bertahan disampingku. Karna aku tau, di luar sana banyak yang lebih normal dari aku..
Yang tidak berkutat dengan dokter, tidak berkutat dengan obat. Bahkan... ah sudahlah :)

Setidaknya,
kalau kamu pergi meninggalkan aku. Kamu pernah jadi alasanku berjuang.
Kalau kamu pergi, aku amat bersyukur pada Tuhan bahwa aku di ingatkan masaku untuk membahagiakan kamu usai..

Setidaknya,
Aku tak akan menyerah begitu saja untuk bertahan...
Tuhan tau aku berhak bahagia.
Jadi Tuhan pasti izinkan, kamu ada di sampingku.. apapun masalah, dan keadaannya..

Kamis, 16 Mei 2013

The Past is The Past ~

Setiap orang wajar kan kalau dia pernah punya masa lalu,
Ngejalanin segala sesuatunya dengan seseorang sebelum kamu.
Menyayangi sedalam-dalamnya, bahkan mempertahankan sebegitu hebatnya...
Wajarkan? Dia pernah mencintai, seseorang sebelum kamu?

------------
Tapi sekarang,
Lihat dengan siapa dia berdiri sekarang?
Lihat siapa yang ada disampingnya sekarang?
Lihat, siapa yang disayanginya sedalam-dalamnya, digenggamnya erat-erat sekuat hatinya?
Itu Kamukan? Bukan masalalunya?

Lalu, apa yang kamu cemaskan?
Kamu mencemaskan sesuatu yang bahkan dia nggak pernah pedulikan...
Masih kurang cukup dengan "siapa yang dia pedulikan sekuat hatinya sekarang?"
Kenapa kamu mencemaskan sesuatu yang nyatanya nggak pernah ada...

------------
Coba lihat kamu,
Lihat seberapa kuat kamu dulu.
Kamu juga pernahkan mencintai seseorang sedalam-dalamnya, mempertahankan sekuat hatimu. Itu dulukan?
Coba, sesekali. Lihat dia, dengan sudut pandangmu yang lain.
Apa dia mencemaskan sesuatu yang sudah lewat? Apa dia mencemaskan kamu dan "dia". Jawabanmu masih Tidakkan?

Karena dia tau,
Kamu berdiri disampingnya,
Karena dia tau,
Kamu menggenggam tangannya.
Karena dia tau,
Hidupmu sekarang, bahkan hatimu sekarang untuknya.

Berhentilah mencemaskan sesuatu yang sekarang menjadi hantu fiktifmu.
Karna percayalah, masa lalu akan tetap jadi masalalu...
Dan yang kamu jalani adalah masa sekarang, yang apa kata waktu bisa berubah jadi sebuah masa depan.. :)



Untuk Kamu yang Kehilangan Harapan...

Kamu pernahkan? Setelah menggantungkan harapan, ternyata akhirnya menguap begitu aja. Entah lewat airmata, atau kamu melepaskannya dengan kata "ikhlas"

Kamu pernahkan? Setelah lepas dari sakit, luka yang belum kering. Dengan beraninya menggantungkan harapan baru...

Kamu pernahkan? Setelah menata lagi hati, dengan kepingan yang belum lengkap. Dengan beraninya, menghapus air mata, dan membiarkan sebuah harapan tumbuh..

Tumbuh dalam mimpi... Angan... Bahkan dari rasa tidak percaya.

Semua orang pernah seperti itu, memperjuangkan.. Namun akhirnya lepas.. Di perjuangkan, namun tidak sama sekali memperjuangkan.

----------
Jangan dikira, memulai harapan baru itu mudah. Menumbuhkan rasa percaya harapan itu mudah.
Sulit, pasti. Tapi mau berhenti, lalu menatap kosong harapan yang sudah kamu mulai sendirian. Dengan kaki yang mulai letih berjalan, otak yang sudah mulai letih berfikir, hati yang sudah mulai letih disakiti.

Entah seberapa sering kamu kehilangan sebuah harapan, bukan berarti kamu harus menyerah...

Entah seberapa sering kamu ditinggalkan harapan, entah cinta, entah mimpi, entah cita-cita. Bukan berarti lantas kamu menyerah untuk mengejar.

Coba renungkan, seberapa sering air matamu menetes karena harapan... Seberapa sering kamu merasa, "Harapan itu ada... Ada, tapi.... Hilang"

Nggak ada yang salah dengan berharap, nggak ada yang salah dengan seberapa seringnya kamu menggantungkan harapan. Ngga ada yang salah, seberapa sering kamu bercerita pada bintang tentang harapanmu...

Segala hal... Lihat, seberapa letihnya kamu membangun segalanya. Demi kamu dulu... Lalu lakukan untuk orang lain..

Harapan yang kamu inginkan, pasti... Pasti kamu dapatkan.. Lebih...
Ketika kamu percaya, ketika kamu berani. Punya harapan, punya mimpi... Dan jadi tujuan 'pulang'

I Always be Loved with Reason

I Always be Loved with Reason..
Kadang aku ngerasa, nggak semua hal bisa tanpa alasan. Termasuk tentang soal di cintai...

I Always be Loved with Reason..
Ngga semua hal tentang aku bisa di jadikan sebuah alasan, untuk di cintai...

I Always be Loved with Reason
Bahkan aku yang pernah bertahan dengan satu sanggahan, bertahan untuk tetap berdiri di sisi yang sama tanpa alasan. Tapi, seseorang selalu punya alasan, untuk merubah sebuah perasaan.

I Always be Loved with Reason
Entah fisik, atau penampilan. Bahkan sejajaran sifat dan sikap. Bisa jadi alasan untuk merubah sebuah perasaan. Dari yang sangat... Bisa jadi biasa.

I Always be Loved with Reason
Sesekali. Aku ingin, membiarkan segalanya mengalir meski dengan alasan. Bersyarat..

I Always be Loved with Reason
Sesekali, aku bahkan ingin di cintai tanpa alasan. Apapun! Bahkan secuil itu untuk berubah..

---------
Di cintai itu selalu di awal, tanpa alasan hingga akhirnya kamu akan temukan alasan untuk merubah sebuah perasaan yang awalnya mendalam. Entah apapun, tapi yang aku tau. Sesuatu yang tulus, nggak akan pernah menemukan alasan.
Ya...
cinta itu selalu bersyarat..


Dan nanti,
entah kapan. Tuhan selalu pilih jalan yang terbaik. Membiarkan aku dengan sakit ini, bergumul dan membiasakan. Suatu saat Tuhan akan tunjukkan keajaiban,
Bahwa aku pantas di cintai tanpa sebuah alasan...

Rabu, 15 Mei 2013

"... Izinkan Aku Sembuhin Lukamu ya?"

Sadar atau nggak, semua kejadian yang di tuliskan Tuhan selalu "Ajaib"
Pertemuan yang nggak sengaja pun bisa berakhir di sebuah cerita baru, yang sempat melencengkan sebuah tujuan. Bahkan yang awalnya cuma sekedar kenal akhirnya ingin lebih kenal, memastikan perasaan itu benar ada atau nggak. Atau, cuma sekedar lewat.

Oke, sekali lagi aku bilang. Tuhan selalu "Ajaib"
Ini aku, yang ngga tau mau apa, (basically I just broke up with my ex). Ngebuka hati pun rasanya sulit, dan lagi-lagi, Tujuan awalku "di stop" sementara sama Tuhan.

Berantai, tapi Tuhan merawat "sakit"nya aku dengan cara yang ajaib. Gara-gara chatting kalau aku bilang. Konyol, mungkin sebagian dari kalian mikir "aduh, ngapain sih gini aja pake di tulis" tapi beginilah caranya aku mengingat segala keajaiban Tuhan atas aku :)

Sempat sesekali aku mikir, kayaknya bakal stuck disini. Nutup hati dulu sampai... Ya.. Benar-benar, serius.
Nggak bakal pernah paham sama semua rencana Tuhan untuk segala macemnya. Bahkan saat itu aku masih susah menemui senja, karna cuma mendung.

Tapi...
Itu semua bikin aku punya kenangan, bahwa "kamu perlu mengenal dunia sekitarmu. Peduli setan sama omongan orang tentang kamu..." Aku beranjak dari sini, dari tempat yang awalnya bikin aku porak poranda dengan jalan cerita yang luar biasa hebat. Aku belajar mencintai diri sendiri dari sebuah arti di sia-siakan.
Ya, singkat cerita. Aku memang pernah di sia-siakan ;)

Keajaiban ini bener-bener terjadi, yang akhirnya bikin aku belajar bersyukur atas apa yang aku punya. Termasuk KAMU :)
dari yang 1/4 hati mau di ganti magnum :) sampe akhirnya jadi 1. Semua kejadi gitu aja, tapi puzzlenya masih harus di susun. Harus di tata lagi.
Iya, sekitar 12 minggu yang lalu. Kamu bilang semuanya, ditempat yang bisa kita bilang "aneh" tapi punya kenangan. Kamu yang suka naik turunin perasaanku, kamu yang akhirnya sempat aku buat jenuh atas segalanya, kamu yang.... kamu yang.... Keajaiban itu ada...
Ini awal segalanya, awal cerita. Puzzle yang harus di susun satu demi satu, hati yang harus di tata ulang. Memang baru sebentar sih, tapi.... Aku belajar banyak hal dari kamu.





Kamu punya mimpi... Aku... Kita....
Tanpa kamu sadari, kamu sembuhin segala hal. Walaupun terkadang, masih ada sisi yang kamu koyak.
Terimakasih masih membuat aku percaya bahwa aku masih di cintai setelah di sakiti. Masih membuatku bertahan hingga detik ini, terima kasih masih bertahan dengan segala canda, capek, sedih, air mata, bahagia... Bahkan keajaiban baru yang kamu tulis di buku harianku yang baru.

"Bukan soal kesempurnaan, bukan soal kekurangan atau kelebihan satu sama lain. Ini soal menerima.. ini soal bersyukur dan percaya, bahwa keajaiban itu selalu ada"