Rabu, 18 Juli 2012

Antara Mengingat dan Melupakan


Aku lupa,
Aku berada di posisi seperti ini bukan hanya sekali atau dua kali.
Berkali kali kurasa, namun berkali-kali juga aku mampu bertahan tanpa penyangga
Tapi kali ini? Ah Tuhan hanya inginkan aku merasakan perasaan ini agak lama.
Mungkin juga Tuhan menginginkanku untuk rehat dulu?
Iya, Tuhan menjadikan ini bukan tanpa alasan!
“berapa kali kamu seperti ini? Ini bukan kali pertama kan?”
Iya… seseorang mengingatkan betapa kuatnya aku dulu.
Iya dulu! Dulu sebelum separuh hidupku di hempaskan angin.
Dulu sebelum hatiku di terjang badai.
Muak! Iya kali ini aku muak
Muak ketika hati dan otakku berselisih
Ketika otakku memohon untuk lupa tapi rasa memaksa untuk tinggal
Pernah aku coba untuk bertahan ketika semua hanya jadi serpihan
Lantas aku mundur dan menyerah, meninggalkan serpihan itu bersama potongan hatiku
Cukup adil? Kamu mendapatkan hidupmu, menghancurkan hidupku.
Adil? Ah mungkin, agar aku mengerti betapa berharganya hatiku
Muak ketika aku ingat, didalam cerita hanya ada aku dan kamu.
Sampai akhirnya bertahan menjadi sebuah kenangan yang disebut cinta dan luka
Ah peduli setan! Biarkan sakit ini jadi kenangan. Serpihan itu tinggal kau injak lalu buang bersama kenangannya.
Ya Tuhan, ketika kau ijinkan aku mengingatnya. Ijinkan pula aku melupakannya.

3 komentar:

  1. Sellow yang
    klo km brusaha melupa nanti jadinya tmbh inget trus
    Pelan pelan sajaa :-D

    BalasHapus
  2. eh sudah ada komentaaar, wehehehee.
    ngga ada hbungannya tauuk :p

    BalasHapus
  3. menggalau gilak hehehe ...

    BalasHapus