Malam, kumohon lebih panjang .
ku mohon rengkuh aku dalam dinginmu,
tak peduli!
jangan hangatkan aku,
biarkan aku mati - membeku
Malam,
biarkan embunmu selimutiku.
biarkan beku itu menyelusup dihatiku.
malam,
ambil segera!
bayang-bayang tak berartiku.
malam,
tak bisakah kau lebih panjang?
agar aku tak tau,
apakah esok hari hatiku mencair atau membeku?
Minggu, 11 Desember 2011
Sabtu, 10 Desember 2011
"Tuhan, aku minta malam sedikit lebih panjang boleh?"
Tuhan,
boleh aku meminta sesuatu?
jika boleh,
aku ingin malam lebih panjang dari sebelumnya.
agar aku tau, bahwa hari ini aku baik-baik saja.
aku takut Tuhan,
ketika Kau datangkan pagimu.
aku takut,
hatiku tidak baik-baik saja.
bukannya aku tidak bersyukur,
aku bersyukur Tuhan.
hanya saja ketika malam menyapa.
aku ingin menitipkan semua pada bintangMu.
dan esoknya,
aku berharap semua baik-baik saja.
Tuhan,
bisa buat malam bersinar lebih terang?
aku ingin menyampaikan kekecewaanku.
minggu ini terlalu berat Tuhan, untukku!
boleh aku meminta sesuatu?
jika boleh,
aku ingin malam lebih panjang dari sebelumnya.
agar aku tau, bahwa hari ini aku baik-baik saja.
aku takut Tuhan,
ketika Kau datangkan pagimu.
aku takut,
hatiku tidak baik-baik saja.
bukannya aku tidak bersyukur,
aku bersyukur Tuhan.
hanya saja ketika malam menyapa.
aku ingin menitipkan semua pada bintangMu.
dan esoknya,
aku berharap semua baik-baik saja.
Tuhan,
bisa buat malam bersinar lebih terang?
aku ingin menyampaikan kekecewaanku.
minggu ini terlalu berat Tuhan, untukku!
Kamis, 08 Desember 2011
Cuma Aspirasi ; Pray for Indonesia
Makin lama, makin ga ngerti sama pemerintahan Indonesia.
Kenapa setiap keputusan yang mau dibuat harus ke MPR/DPR dululah, kenapa ga langsung dari presiden?
kalo kayak gitu sih mending ga usah ada presiden sekalian kalo presiden cuma dibuat pajangan doang!
Inget kata-kata "merekalah generasi penerus bangsa" atau "bangsa kita kelak akan ada ditangan mereka" di iklan-iklan visual banyak anak kecil sekolah.
itu cuma bullshit kalo aku bilang, kenapa? karna cuma buat narik minat penonton aja bukan?
seharusnya para pemegang jabatan di Negeriku Indonesia itu nengok kebawah!
bukannya nengok trus pamer mobil baru ke rakyat ga mampu. Itu kah yang namanya 'merakyat'?
tengok kek sekolah-sekolah yang uda ngga layak pake, atau sekolah yang akhirnya digusur gara-gara mau dibangun jalan tol.
Anggota dewan minta naik gaji, minta fasilitas pribadi, dll. aduuuuuh, katanya mau brantas kemiskinan? mana? omong doangkan?
mantan pejuang yang uda rela ngorbanin nyawa, keluarga aja ngga dianggep! mana ada tuh mantan pejuang yang dikasih tempat layak? boro-boro, dikasih penghargaan aja TIDAK!
selalu menekankan "HARGAI" tapi nyatanya? orang-orang diatas sana lebih menghargai diri sendiri!
"YANG KAYA MAKIN KAYA, YANG MISKIN MAKIN MISKIN" -_____-
Bapak/Ibu dewan yang terhormat,
tolong dong, uang yang memang disediain buat rakyat, jangan dimakan. ga kasian ta sama orang-orang yang hidup ga layak?
tolong dong, tengokin itu sekolah-sekolah yang uda ngga layak pake itu. ga kasian sama mereka yang niat sekolah tapi ngga ada fasilitas!
tolong dong, tengokin itu lho banyak anak berbakat. kenapa coba ngga difasilitasin? kemana semua fasilitas yang buat mereka?
tolong dong, jangan asal gusur itu! kasih solusi, jangan asal rebut! itu lho rumah buat pejuang yang uda rela perjuangin Indonesia biar "MERDEKA" (aku aja bingung, Indonesia itu uda merdeka belom sih? --a)
koruptor cuma dihukum gitu doang,
tapi coba buat yang ngambil cacao atau semangka? bisa dikasih hukuman percobaan! pada punya hati ngga sih?
atau "yang berduit yang menang?" aih, malu dong sama negara tetangga!
tunjukin tuh prestasi,
bukannya skandal bokep, skandal korupsi, atau skandal hukum ga jelas!
Slogan-slogan
"brantas kemiskinan"
"hindarkan Indonesia dari buta huruf"
"bebaskan biaya kesehatan untuk masyarakat tidak mampu"
"merekalah generasi penerus bangsa"
"bangsa kita kelak ada ditangan mereka"
atau lainnya,
alaaaaaaaahh. BULLSHIT! ga ada bentuknya, cuma omongan doang.
terlalu banyak aib yang di tunjukin sama para pemegang jabatan di negeri kita! kenapa ga berusaha memperbaiki kalo memang pada punya hati nurani? (kayaknya salah ya ngomong tentang hati!)
apa? nanti kalo ketauan mau dituntut gitu?
kapan sih, kalian bakal BUKA MATA, BUKA TELINGA DAN BUKA HATI?
(rara, jam setengah 8 lebih 3 menit, cuma aspirasi)
(rara, jam setengah 8 lebih 3 menit, cuma aspirasi)
Sabtu, 03 Desember 2011
Happy Birthday Yusvi Fildzah Adin
"Selamat hari kelahiran Yupi. Semoga, di tanggal ini, bulan ini, tahun ini.
Kamu jadi lebih dekat dengan mimpi-mimpimu :)"
Atas cinta kasih mama dan ayah, Tuhan ijinkan kamu hadir didunia ini.
Sosok yang masih mungil, kecil, merah dan hanya bisa menangis.
Sekarang kamu beranjak dewasa, bukan gadis kecil lagi. Tapi mendekati usia dewasa.
Banyak harapan pasti, do'a, dan banyak hal lagi diluar sana diungkap untuk kamu.
Tuhan,
Dia bukan gadis kecil sekarang, dia cantik dan beranjak dewasa.
Ku mohon,
Dia menggenggam mimpi di tangan, di hatinya, bahkan di pikirannya.
Peluk mimpi-mimpi itu Tuhan, jadikan nyata. Untuknya,
amin.
Selamat Ulang Tahun cantikku .
Genggam harapan seluruhnya, jangan putus, apapun.
Meski terjatuh, harus berdiri lagi. Tunjukan, kamu bisa menghadapi dunia :)
Sayapnya Lemas, Lidahnya Kelu (Black Sunset)
Featuring my Brother Suluh Jati (suluh) : prosadia.blogspot.com
dia rapuh
sayap2nya lemas
tangannya kebas
dia rapuh
bunga mawar telah menghitam
di sisinya,
dia hanya bisa menatap dari jauh,
tertegun, menunduk.
ah, apa salahnya Tuhan.
dia hanya menggenggam,
mungkin terlalu erat.
dan akhirnyaa, lepas
angin membiarkan air matanya jatuh dan mengering
kata siapa dia tidak bisa menangis?
dia bukan benda tak bernyawa
Tuhan, dia butuh rengkuhan-Mu
dia butuh cahaya-Mu
dia bukan batu!
dia bukan seonggok daging tak bernyawa.
dia merasakan luka,
hatinya hancur.
jiwanya terenggut yg lain.
mengadahkan kepalanya keatas,
bergumam "Tuhan, aku butuh dia"
"aku ingin dia bersamaku!"
"aku mendekap nya hingga aku terpejam..."
"dalam gelap.."
sebuah tempat di hatinya tampak kalut
ia hampa
rongga2 hatinya kosong
ada sesuatu disana, dulu sekali,
ketika tangannya bertautan
dan nafas yg beradu
di tengah deras hujan
"maaf, aku harus pergi. kamu menggenggam hatiku terlalu erat,
membahagiakan memang.tapi itu menyakitiku juga"
bukan maksudnya,
ia hanya takut kehilangan.
lidahnya kelu,
tubuhnya kaku
iya, dia hilang arah,
kini, semuanya telah usang
bahkan bunga yg kau berikan tlah layu
daunnya mulai gugur
seperti hatiku yg gugur kau renggut
jiwaku... entah kemana dia pergi,
bukan mencari persinggahan
tapi mencari celah
dia butuh udara
ia rebahkan tubuhnya
biarkan rerumputan menopang beratnya
dan angin berbisik, "selamat tidur. semoga kau tenang. kau bebas"
dia rapuh
sayap2nya lemas
tangannya kebas
dia rapuh
bunga mawar telah menghitam
di sisinya,
dia hanya bisa menatap dari jauh,
tertegun, menunduk.
ah, apa salahnya Tuhan.
dia hanya menggenggam,
mungkin terlalu erat.
dan akhirnyaa, lepas
angin membiarkan air matanya jatuh dan mengering
kata siapa dia tidak bisa menangis?
dia bukan benda tak bernyawa
Tuhan, dia butuh rengkuhan-Mu
dia butuh cahaya-Mu
dia bukan batu!
dia bukan seonggok daging tak bernyawa.
dia merasakan luka,
hatinya hancur.
jiwanya terenggut yg lain.
mengadahkan kepalanya keatas,
bergumam "Tuhan, aku butuh dia"
"aku ingin dia bersamaku!"
"aku mendekap nya hingga aku terpejam..."
"dalam gelap.."
sebuah tempat di hatinya tampak kalut
ia hampa
rongga2 hatinya kosong
ada sesuatu disana, dulu sekali,
ketika tangannya bertautan
dan nafas yg beradu
di tengah deras hujan
"maaf, aku harus pergi. kamu menggenggam hatiku terlalu erat,
membahagiakan memang.tapi itu menyakitiku juga"
bukan maksudnya,
ia hanya takut kehilangan.
lidahnya kelu,
tubuhnya kaku
iya, dia hilang arah,
kini, semuanya telah usang
bahkan bunga yg kau berikan tlah layu
daunnya mulai gugur
seperti hatiku yg gugur kau renggut
jiwaku... entah kemana dia pergi,
bukan mencari persinggahan
tapi mencari celah
dia butuh udara
ia rebahkan tubuhnya
biarkan rerumputan menopang beratnya
dan angin berbisik, "selamat tidur. semoga kau tenang. kau bebas"
(Rara-Suluh. Malang, 2 December 2011)
Jumat, 02 Desember 2011
Bawa Lukaku
Lidahku kelu
Tubuhku ringkih
Aku tak mampu menopang
Iya,
Aku masih terjembab dalam jurang
Masih tak percaya
"kita putus"
Itu masih terngiang diotakku
apa salahku?
apa aku mendekap hatimu terlalu erat?
atau aku membatasi segala ruang gerakmu sayang?
jiwaku pergi
dengan yang lain
Bahagialah cinta
Bawa lukaku bersamamu
Bersama angin yang mendampingimu disana dengannya
Tubuhku ringkih
Aku tak mampu menopang
Iya,
Aku masih terjembab dalam jurang
Masih tak percaya
"kita putus"
Itu masih terngiang diotakku
apa salahku?
apa aku mendekap hatimu terlalu erat?
atau aku membatasi segala ruang gerakmu sayang?
jiwaku pergi
dengan yang lain
Bahagialah cinta
Bawa lukaku bersamamu
Bersama angin yang mendampingimu disana dengannya
Siang waktu hujan
cuaca sedang aneh ketika aku melamun di lobby kos sendiri.
iya,
panas tapi hujan.
kondisi badan juga sama sekali tidak mendukung.
dan disaat itu pula aku diperlihatkan sesuatu.
diseberang jalan, dekat kos.
awalnya cuma ibu-ibu, lalu - lanjut kulihat pengemis tua yang pernah mampir ke kosku dan orang-orang sekedar melewati dia.
terenyuh,
Tuhan, diluar sana banyak ternyata yang kurang beruntung ..
iya,
panas tapi hujan.
kondisi badan juga sama sekali tidak mendukung.
dan disaat itu pula aku diperlihatkan sesuatu.
diseberang jalan, dekat kos.
awalnya cuma ibu-ibu, lalu - lanjut kulihat pengemis tua yang pernah mampir ke kosku dan orang-orang sekedar melewati dia.
terenyuh,
Tuhan, diluar sana banyak ternyata yang kurang beruntung ..
Langganan:
Postingan (Atom)



