Minggu, 22 April 2012

1st Project Beuty Black The wedding invitation

Tampak Depan

Isi Undangan
Tampak Belakang  

Undangan belom di isi nama dan tempat calon mempelai, soalnya isi undangan di isi sama calon mempelai :D
makasih kunjungannyaaaa :D

ada caci maki?

Minggu, 08 April 2012

minta kepastian itu penting ga sih?


Selamat petang yang hampir malam! Hahahaa,

Oke ketemu lagi setelah postingan tadi siang, sekarang mau ngebahas ttg apa ya :O mmmmm ~

Oh iya, cewe-cewe cantik atau cowo-cowo ganteng. Pernah kan di gantung sama gebetan, padahal uda sama-sama tau kalo saling sayang satu sama lain. Tapi ga ada pernyataan. Menurut kalian penting ga sih pernyataan itu?
Gue sendiri pernah yang ngalamin di gantung sama gebetan, karna ga ada kepastian dari do’I jadianlah gue sama orang lain. Tapi saat itu, feeling gue buat do’I masih gede banget, then akhirnya gue nanya dengan gampangnya do’I bilang “nah kan kita uda sama2 tau ttg perasaan masing-masing jd kayaknya ga perlu lah yang namanya nembak”
-____- 

Buat gue ngungkapin perasaan itu penting, kenapa gitu? Dulu gue pernah punya temen, nah dia suka sama cowo sebutin aja namanya Andre. Dia sama Andre sama-sama tau ttg perasaan masing-masing, uda deket. Yang temen gue nganggepnya uda jadian, sedangkan si Andre pas di Tanya sama temen-temennya bilang “gue belom jadian sama dia” nyesek ga sih?

Makanya, kenapa gue bilang ngungkapin perasaan itu penting? Biar ga kejadian macam kayak ginilah. Ga enak tau, lo uda sayang-sayangnya sm tuh orang eh nyatanya dia ga nganggep lo sm dia jadian,
“trus, kalo nanti di tolak?” yang penting lo ngmg dulu kalo lo sayang sm dia. Tapi klo uda keburu di gantung, lo minta kepastian!
“tapi kan butuh pertimbangan?” iya memang, semua butuh pertimbangan. Tapi sampe kapan lo gantungin perasaan orang lain?
Well, penting atau ngganya lo ngomong tentang kepastian sih itu tergantung gimana lo nyikapinnya aja kok ! oke , sampe siini dulu share ga penting gue tentang ini :D bagi komennya ya :D

Love and kisses,
Strange

cuma aspirasi ; pantaskah mereka di sebut 'wakil rakyat'?

Lama ga ngisi blog :D
Oh iya, sebelumnya selamat hari minggu dan selamat paskah buat yang merayakan J  anyway, hari ini gue mau bahas apa ya? Mmmm -__-a
Oh iya,
Iseng-iseng td pagi ngebuka youtube dan langsung search tentang Marching Band & Paskibra, di pikir-pikir di Indonesia sebenernya banyak anak-anak muda berbakat kok. Bukan Cuma bisa ngerusak doang kayak yg di berita beberapa hari yang lalu waktu mahasiswa demo gara-gara BBM naik.

Well,
Di belahan Indonesia manapun, marak yang namanya demo anti BBM naik, bawa nama rakyat tapi ngehancurin fasilitas umum. Yang kita tau, fasilitas itu dibangun lewat uang pajak, uang pajak di ambil dari rakyat. Kalo di rusak, sama ajalah ngerusak barang orang lainkan? Padahal orang tuanya juga bayar pajak -__-
Tapi ga sepenuhnya bisa nyalahin mahasiswa, walopun miris liatnya. Seandainya jajaran berdasi dan bermobil itu mau denger sedikit aja aspirasi dari mahasiswa, mungkin ga akan seperti ini jadinya. Tapi ya nyatanya, jajaran berdasi dan bermobil mahal itu sibuk sama gedung DPR lah, atau jajanan yg di sajikan waktu rapat. Itukah cermin wakil rakyat yang ribet sama urusan sendiri-sendiri?
Sebenernya ruwet kalo liat wakil rakyat yang ribet sama gedung DPR/MPR, ngehabisin uang triliyunan buat renov sana sini, nah pertanyaannya. Adakah yang nengok ke gedung sekolah yang hampir roboh? Atau gedung skolah yg uda ancur akhirnya, muridnya terpaksa belajar di luar? Bukannya mereka sendiri yang teriak-teriak “WAJIB SEKOLAH 9 TAHUN?” eh atau 12 tahun? Bukannya mereka yg suruh kita peduli sama nasib adek-adek kita di luar sana yang seharusnya nanti mereka jadi penerus bangsa ini? Kok mereka sendiri ga? Jangankan liat, ngelirik aja ngga -___-“
Trs ngapain selama ini ada slogan kayak gitu? Di buat pajangan kah biar Negara kita keliahatan berpendidikan padahal sebenernya bobrok? Generasi mudanya aja uda di cetak macem gitu, seandainya jajaran berdasi dan bermobil mahal yang ngakunya anggota dewan bisa jadi contoh sebagai wakil rakyat yang baik yang ga ngurusin duit aja, mahasiswanya juga ngga akan seperti itu.
Sekarang tergantung kita, masa depan Negara yang pegang bukan Cuma presiden atau jajaran manusia berdasi dan bermobil mahal yang duduk di gedung DPR/MPR yang mengatasnamakan wakil rakyat, ini Negara kita. Kita juga punya tanggung jawab atas Negara kita kan? (cie bahasa gue :p)
Mau di denger atau ngga sama mereka, gue ga peduli. Gue hanya berbagi dengan apa yg ada di otak gue. Thanks yang uda mau mampir ke blog gue buat sekedar baca atau caci maki tulisan gue J
Terakhir, gue ucapin semoga liburan ini menyenangkan buat kalian smua :D

Love and kisses,
Strange J

Minggu, 04 Maret 2012

Bener Ngga Sih Laki-Laki Takut Menghadapi Pernikahan?

Oke, semua berawal pas gue lagi baca novelnya Aldhimas yg judulnya Flavor of Love.
di novel tersebut si tokoh utama ngebuat blog just for having fun awalnya tapi lama kelamaan dia jadi ngebahas tentang sebuah pernikahan di blognya.
dia ngebahas tentang cowo yang pada takut punya ikatan (re : pernikahan) dan disini gue akhirnya mikir -__- bener ngga sih, laki-laki pada takut klo ditanya "kapan lo kawin?"
nah terus yang jadi pikiran gue sekarang, apalagi si cowo anak bungsu pada ngomong "kakak belom nikah, adatnya kan kita ngga boleh ngeduluin!" nah trs kan ada pelangkah.. trs apaan itu gunanya?
nah gue makin ngga ngerti emang iya? cowok atau makhluk yang berjenis kelamin laki-laki itu bakal pacaran lamaaaaaaaaa, tapi ngga kunjung melamar.

oke,
menurut lo pade gimana tuh tentang "Laki-laki takut menghadapi komitmen?"

Jumat, 02 Maret 2012

Memory



aku masih termenung menatap hujan sore ini, masih berharap akan ada pelangi menyapa gundahku. tapi tidak! hujan masih turun dengan derasnya bersamaan dengan air mataku.

mungkin saat itu kebodohanku, atau entahlah. itu menjadi setan di pikiranku, yang akhirnya membuat kacau sistem-sistem syaraf yang sebelumnya baik-baik saja.

seharusnya aku tidak membuka kotak itu, dan memang seharusnya aku tidak boleh tau tentang apapun di kotak itu.

"sesil, makan dulu nak.." sahut bunda dari balik pintu kamarku
"ngga nda, nanti aja makannya." suaraku parau .
aku mendengar bunda menghela nafas panjang dan melangkahkan kakinya turun, aku kembali menatap hujan yang tak juga reda. dan kembali air mataku menetes. sebenarnya bukan masalah besar yang sedang ku hadapi. tapi ketakutanku sendiri.

"itu hanya masa lalu sesil .." gumamku pada diriku sendiri. "everything will be fine" aku memeluk bantalku, basah ..
hal yang sama terus bergelayut diotakku. bukan sesal mencintai. sama sekali bukan! tapi sesal mengetahui. semua pikiran seakan bertabrak di otakku dan saling menyalahkan. aku depresi malam ini, sangat! "seharusnya aku ngga buka kotak itu!" teriakku, masih penuh dengan emosi. "seandainya aku tau bahwa itu akan menghancurkan hidupku dan segala yang aku punya!" aku bersimpuh dilantai yang dingin.
iya, kotak itu berisi tentang masa lalu orang yang sedang aku sayang saat ini. karna penasaran aku membukanya, dan ya. itu menghancurkan kinerja otakku yang awalnya sangat baik. "sesil, lihat kebodohanmu! ketakutan itu akhirnya menguasai hidupmu." gumamku,

merasa sangat bodoh, itu hanya masa lalu dan aku terus memikirkan hal itu setiap hari. seandainya bisa, aku ingin memejamkan mataku barang sebentar, dan ketika ku membuka mata. semua akan kembali baik-baik saja. tapi aku rasa itu mustahil. "kau harus merubahnya, dia orang yang berbeda sekarang!" "tapi tidak tidak. dia masih membahas 'dia'nya yang dulu! ah, damn!"
terus otakku seperti itu, dan akhirnya aku merasakan lelah. bukan fisik, tapi batin! kupaksa lupa, yang ada malah memory itu trs berputar di otakku.

masih dalam keletihanbatinku, seharusnya. aku ngga perlu tau apapun sejak hari itu .....................

Quote 1

"kamu tau rasanya di sakiti bahkan sampai kamu lupa rasanya di cintai
kamu membiarkan ia melakukan hal yang sama,
memberikan kesempatan.
ingat,
kamu butuh bahagia,
dia yang menyakitimu tak pantas mendapat cintamu"

- AR

aku. sering lupa?

aku sering lupa.
lupa bahwa aku masih kuat, lupa bahwa aku bukan seseorang yang lemah.
sering lupa bahwa aku masih percaya semua jadi yang terbaik.
dulu aku lupa,
bagaimana rasanya jatuh cinta ketika berulang kali merasakan hal yang sama.
lupa caranya tersenyum.
tapi sudahlah, masa itu lewat.
aku masih sama,
berdiri dengan kekuatanku meski terkadang lemah hadapi cercaan.
aku hanya enggan,
berteman dengan waktu dan membiarkan semua sama seperti ini.
membiarkan waktu mengendalikan semua,
ya,
suatu saat akan ku buat dia yang bertekuk lutut.
akan ku buat waktu memohon menjadi sahabat.