Kamis, 16 Mei 2013

Untuk Kamu yang Kehilangan Harapan...

Kamu pernahkan? Setelah menggantungkan harapan, ternyata akhirnya menguap begitu aja. Entah lewat airmata, atau kamu melepaskannya dengan kata "ikhlas"

Kamu pernahkan? Setelah lepas dari sakit, luka yang belum kering. Dengan beraninya menggantungkan harapan baru...

Kamu pernahkan? Setelah menata lagi hati, dengan kepingan yang belum lengkap. Dengan beraninya, menghapus air mata, dan membiarkan sebuah harapan tumbuh..

Tumbuh dalam mimpi... Angan... Bahkan dari rasa tidak percaya.

Semua orang pernah seperti itu, memperjuangkan.. Namun akhirnya lepas.. Di perjuangkan, namun tidak sama sekali memperjuangkan.

----------
Jangan dikira, memulai harapan baru itu mudah. Menumbuhkan rasa percaya harapan itu mudah.
Sulit, pasti. Tapi mau berhenti, lalu menatap kosong harapan yang sudah kamu mulai sendirian. Dengan kaki yang mulai letih berjalan, otak yang sudah mulai letih berfikir, hati yang sudah mulai letih disakiti.

Entah seberapa sering kamu kehilangan sebuah harapan, bukan berarti kamu harus menyerah...

Entah seberapa sering kamu ditinggalkan harapan, entah cinta, entah mimpi, entah cita-cita. Bukan berarti lantas kamu menyerah untuk mengejar.

Coba renungkan, seberapa sering air matamu menetes karena harapan... Seberapa sering kamu merasa, "Harapan itu ada... Ada, tapi.... Hilang"

Nggak ada yang salah dengan berharap, nggak ada yang salah dengan seberapa seringnya kamu menggantungkan harapan. Ngga ada yang salah, seberapa sering kamu bercerita pada bintang tentang harapanmu...

Segala hal... Lihat, seberapa letihnya kamu membangun segalanya. Demi kamu dulu... Lalu lakukan untuk orang lain..

Harapan yang kamu inginkan, pasti... Pasti kamu dapatkan.. Lebih...
Ketika kamu percaya, ketika kamu berani. Punya harapan, punya mimpi... Dan jadi tujuan 'pulang'

I Always be Loved with Reason

I Always be Loved with Reason..
Kadang aku ngerasa, nggak semua hal bisa tanpa alasan. Termasuk tentang soal di cintai...

I Always be Loved with Reason..
Ngga semua hal tentang aku bisa di jadikan sebuah alasan, untuk di cintai...

I Always be Loved with Reason
Bahkan aku yang pernah bertahan dengan satu sanggahan, bertahan untuk tetap berdiri di sisi yang sama tanpa alasan. Tapi, seseorang selalu punya alasan, untuk merubah sebuah perasaan.

I Always be Loved with Reason
Entah fisik, atau penampilan. Bahkan sejajaran sifat dan sikap. Bisa jadi alasan untuk merubah sebuah perasaan. Dari yang sangat... Bisa jadi biasa.

I Always be Loved with Reason
Sesekali. Aku ingin, membiarkan segalanya mengalir meski dengan alasan. Bersyarat..

I Always be Loved with Reason
Sesekali, aku bahkan ingin di cintai tanpa alasan. Apapun! Bahkan secuil itu untuk berubah..

---------
Di cintai itu selalu di awal, tanpa alasan hingga akhirnya kamu akan temukan alasan untuk merubah sebuah perasaan yang awalnya mendalam. Entah apapun, tapi yang aku tau. Sesuatu yang tulus, nggak akan pernah menemukan alasan.
Ya...
cinta itu selalu bersyarat..


Dan nanti,
entah kapan. Tuhan selalu pilih jalan yang terbaik. Membiarkan aku dengan sakit ini, bergumul dan membiasakan. Suatu saat Tuhan akan tunjukkan keajaiban,
Bahwa aku pantas di cintai tanpa sebuah alasan...

Rabu, 15 Mei 2013

"... Izinkan Aku Sembuhin Lukamu ya?"

Sadar atau nggak, semua kejadian yang di tuliskan Tuhan selalu "Ajaib"
Pertemuan yang nggak sengaja pun bisa berakhir di sebuah cerita baru, yang sempat melencengkan sebuah tujuan. Bahkan yang awalnya cuma sekedar kenal akhirnya ingin lebih kenal, memastikan perasaan itu benar ada atau nggak. Atau, cuma sekedar lewat.

Oke, sekali lagi aku bilang. Tuhan selalu "Ajaib"
Ini aku, yang ngga tau mau apa, (basically I just broke up with my ex). Ngebuka hati pun rasanya sulit, dan lagi-lagi, Tujuan awalku "di stop" sementara sama Tuhan.

Berantai, tapi Tuhan merawat "sakit"nya aku dengan cara yang ajaib. Gara-gara chatting kalau aku bilang. Konyol, mungkin sebagian dari kalian mikir "aduh, ngapain sih gini aja pake di tulis" tapi beginilah caranya aku mengingat segala keajaiban Tuhan atas aku :)

Sempat sesekali aku mikir, kayaknya bakal stuck disini. Nutup hati dulu sampai... Ya.. Benar-benar, serius.
Nggak bakal pernah paham sama semua rencana Tuhan untuk segala macemnya. Bahkan saat itu aku masih susah menemui senja, karna cuma mendung.

Tapi...
Itu semua bikin aku punya kenangan, bahwa "kamu perlu mengenal dunia sekitarmu. Peduli setan sama omongan orang tentang kamu..." Aku beranjak dari sini, dari tempat yang awalnya bikin aku porak poranda dengan jalan cerita yang luar biasa hebat. Aku belajar mencintai diri sendiri dari sebuah arti di sia-siakan.
Ya, singkat cerita. Aku memang pernah di sia-siakan ;)

Keajaiban ini bener-bener terjadi, yang akhirnya bikin aku belajar bersyukur atas apa yang aku punya. Termasuk KAMU :)
dari yang 1/4 hati mau di ganti magnum :) sampe akhirnya jadi 1. Semua kejadi gitu aja, tapi puzzlenya masih harus di susun. Harus di tata lagi.
Iya, sekitar 12 minggu yang lalu. Kamu bilang semuanya, ditempat yang bisa kita bilang "aneh" tapi punya kenangan. Kamu yang suka naik turunin perasaanku, kamu yang akhirnya sempat aku buat jenuh atas segalanya, kamu yang.... kamu yang.... Keajaiban itu ada...
Ini awal segalanya, awal cerita. Puzzle yang harus di susun satu demi satu, hati yang harus di tata ulang. Memang baru sebentar sih, tapi.... Aku belajar banyak hal dari kamu.





Kamu punya mimpi... Aku... Kita....
Tanpa kamu sadari, kamu sembuhin segala hal. Walaupun terkadang, masih ada sisi yang kamu koyak.
Terimakasih masih membuat aku percaya bahwa aku masih di cintai setelah di sakiti. Masih membuatku bertahan hingga detik ini, terima kasih masih bertahan dengan segala canda, capek, sedih, air mata, bahagia... Bahkan keajaiban baru yang kamu tulis di buku harianku yang baru.

"Bukan soal kesempurnaan, bukan soal kekurangan atau kelebihan satu sama lain. Ini soal menerima.. ini soal bersyukur dan percaya, bahwa keajaiban itu selalu ada"

Kamis, 11 April 2013

Sepucuk pesan Untuk Bunda

Untuk Bunda,
Selamat malam Bunda.. Mungkin bunda sudah terlelap dengan sejuta pikiran yang bergelayut di kepala bunda..
Entah sekedar memikirkan ananda, atau lainnya..
Bunda, bunda adalah perempuan terkuat yang pernah ananda tau. Dengan kepingan kesabaran merawat ananda. Yang rela menitikkan air mata ketika ananda salah.. Ananda buat kecewa..
Bunda.. Maafkan ananda, jika hingga sejauh ini. Selangkah pun ananda belum bisa membahagiakan bunda..
Bunda.. Bunda adalah salah satu alasan kenapa ananda kuat hingga saat ini.. Bunda adalah alasan kenapa ananda mampu berjuang.. Bunda, lihat bunda.. Lihat.. Ananda sudah dewasa sekarang.
Bunda.. Ridhoi ananda melangkah.. Ridhoi ananda dengan setiap doa yang kau panjatkan setiap sepertiga malam.. Ridhoi ananda yang kau sebut di tiap doa dalam hembus nafasmu..
Bunda..
Jangan biarkan ananda terjatuh bunda.. Ingatkan, ingatkan ananda. Bahwa bunda siap menarik ananda, ketika ananda terjatuh.. Panjang umur bundaku sayang.. Sehat selalu..

Rabu, 10 April 2013

Untuk Tuhan, Malam ini


Tuhan,
Nanti kalau aku sudah nggak ada.. Apa ada yang akan menangisi aku?
Nanti kalau aku sudah nggak ada.. Apa ada yang akan merindukan aku?
Tuhan,
Kalau aku sudah di panggil pulang, bagaimana mereka yang membenciku?
Tuhan,
Kalau aku sudah pulang, apa ada yang akan mendoakan aku? Tanpa terpaksa?
Tuhan,
Aku belum selesai dengan tugasku… Boleh aku minta waktu?
Tuhan..
Mungkin ini satu-satunya kesempatan, aku bisa menundukkan hati.. Tenggelam dalam air mata.
Terima kasih Tuhan, terima kasih..
Rindu yang terlupakan, terluapkan sudah.. Terima kasih..

Selasa, 09 April 2013

Harapan di Dalam Asap Rokok

Tidak bertemu senja lagi rupanya, sore ini turun hujan. Aku hanya bisa menikmati hujan lewat jendela yang bersanding sebelah pintu kamarku, lagi melow. Tentu aja jadi teman setiaku. Aku meninggalkan sejenak rutinitasku, kali ini aku ya.. Mungkin sedang merindu. Entah, merindu dengan dia yang sedang jauh di sana. Ngomong-ngomong, kau tak perlu taulah aku siapa dan apa yang aku lakukan.
Hei, suara hujan ternyata lebih lantang dibanding laguku. Lantas ku matikan, aku berpindah tempat. Kenapa begitu sunyi? Atau hanya perasaanku?
Maaf kopi, ku diamkan kamu hingga asap putihmu tak lagi membumbung. Tunggu, tetap disini. Aku hanya ingin menyalakan sebatang rokok. Aku penat, entah. Semua seperti bertabrakan. Tapi sudahlah, aku hanya ingin tersenyum dan menikmati suara air yang turun dengan derasnya. Ingin bergabung, tapi.... Sudahlah, biar aku tetap disini. Hujan, aku di temani sebatang rokok ini. Menyaksikanmu menari indah di ujung dedaunan. Sepintas ku lihat asap yang ku hembuskan.Asap itu langsung menari indah ke atas, menerjangmu walaupun menghilang karna sapuanmu. Ah sepertinya aku malu, malu bahwa kenyataannya harapan tinggal harapan ya? Setelah hadangan itu lantas aku berhenti. Laki-laki macam apa aku?
Dia yang aku cinta di renggut, aku diam saja. Ya, asal dia bahagia pikirku. Aku takut bermimpi, takut berharap setelah semua harapan itu hancur begitu saja. Mereka bilang aku bahagia, mungkin aku punya semua yang aku butuhkan. Tapi tetap saja, aku hanya ingin dia. Lagi-lagi, ku hisap dalam-dalam lalu ku hembuskan perlahan sambil mataku terpejam. Aku menikmatinya...
Sekali lagi, ku hisap dalam-dalam dan ku hembuskan perlahan. Sambil aku ucapkan sedikit harapanku. Biar dia hilang di terpa hujan, asal harapanku di bawa angin ke langit dan di jadikan sebuah kenyataan. Aku terkadang ingin menyerah kataku, tapi lagi-lagi. Aku di hadapkan bahwa aku bisa lebih baik dari ini. Lebih bahagia dari ini, hujan... Kamu dengar aku? Aku masih melihatmu dengan seksama. Terkadang turunnya kamu adalah sebuah tujuan, yakan? Sama, mungkin aku terjatuh adalah sebuah tujuan. Entah pesan apa yang ingin di sampaikan Tuhan..
Hei hujan,
sebatang saja cukuplah, toh ceritaku usai. Jangan hanyutkan ceritaku ya? Simpan dan bawa ia kelaut. Seperti sungai yang akhirnya bermuara ke laut lepas. Sampaikan salamku pada senja yang masih tidak kau izinkan dia keluar, barang kali kau ingin menjaganya ya? Tenang, aku tidak lagi bersedih, meski ia menikahi orang lain. Aku pasti menikahi perempuan terbaik nantinya, ya sekarang yang mungkin berteduh. Sampaikan pada senja, aku merindukan dia.
Harapanku cukup.. Cukup membumbung tinggi bersama asap rokokku tadi. Biar ia hilang, asal harapanku sampai ke Tuhan..

Senin, 08 April 2013

Untitled ; Random

"Apa masih bisa bertahan dengan sebuah rasa yang sudah berubah?"
"Berubah? Maksudnya?"
"Aku kehilangan rasa nyaman"

Adil? Aku rasa tidak.
You already fight, struggle for everything. Mungkin hanya rasa jenuh, ini sementara. Bukan selamanya.
Tapi berjanjilah,
You won't be change. Tetap seperti ini sampai aku kembali dengan rasaku, aku bukan egois. Aku masih ingin lihat kamu disisiku. I'll try to struggle also. For you of course.
For God sake,
Ini hatiku, ini sebuah rasaku. Malam ini sedikit random ya?
Perjalanan ini tidak akan terhenti begitu saja kok.. Ini hanya sebuah tekanan, aku tidak ingin menyalahkan siapapun. Bahkan menyalahkan keadaan dan waktu sekalipun.
Mungkin aku hanya perlu berdamai.
Denganmu, keadaan dan dengan waktu..

"I just tired with this,"