Menurut mu..
Aku adalah orang yang selalu merasa tidak cukup atas apa yang orang lain lakukan. Sebenarnya bukan seperti itu..
Ada kalanya saat itu, aku ingin berhenti. Dan menutup segalanya sampai orang lain pun tak bisa membukanya..
Rasa nya sakit, ketika tau kamu bukan sosok sempurna lagi. Dan kamu mengharap sesuatu yang lebih baik sudi menghampiri kamu.
Maaf tuan,
Jika segala yang aku lakukan hanya membuat kamu menderita.. atau bahkan selama ini aku hanya bermain opera sabun..
Maaf tuan,
Jika sifat kerasku hanya menghancurkan hati dan keseharianmu menjadi puing-puing..
Seandainya kamu tau,
Kadang ketakutan ku lah yang kerap menjadikan ku sosok egois sedunia. Ketakutan atas "apa orang seperti aku masih pantas punya orang baik?" Sedang kamu tau tuan, aku sudah bukan lagi vas utuh. Kamu pun menikmati untuk melepas retakanku juga Tuan. Tapi tenang, aku takkan memaksamu untuk berhenti melepaskan sisa-sisa retakan itu tuan. Hidup mu jauh lebih berharga daripada aku yang sudah jadi pecahan-pecahan kaca itu..
Tenang tuan, aku tak sejahat itu.. yang akan menarik lengan bajumu jika kamu memilih untuk pergi, sedang hati mu tak ingin disini..
Tuan,
Aku disini hanya berusaha membuat hidupku berati, hidupku penting untuk seseorang. Tapi maaf jika aku mengusikmu.. mengusik detik tiap detik yang kau punya.. berharap aku jadi bagian seseorang yang paling dia rindukan.
Tuan,
Hidupmu terlalu sempurna jika harus berjalan beriringan dengan orang sepertiku.. sepertinya kita sama, tapi aku tak lebih hanya seperti budak nafsu yang di tinggal pergi setelah puas.
Aku hanya mencoba membuat hidupku berharga tuan, tapi kau justru mengusirku..
Maaf tuan.. maaf karna mengusik waktu mu yang berharga untukku..
Terima kasih telah sudi menengok..
Aku tak sebaik cerita-ceritamu tentang mereka Tuan..
Sekali lagi, aku hanya mencoba membuat hidupku berharga. Mencoba percaya, akan ada orang yang sudi hidupnya dibagi denganku yang seperti ini..
Sabtu, 08 Agustus 2015
Tuanku....
Sabtu, 14 Maret 2015
Judulnya Tetep Aja Lo Sayang..
"Mending gue lah,kalo dasarnya emang ga sayang-sayang amat langsung udahan. Daripada pacaran lama tapi ujung-ujungnya ngaku ngga sayang.."
"Ya gue ngga sayang ama dia.. sayangnya biasa aja.. serius"
"Gini, mau lo ngaku lo sayang dia biasa aja. Judulnya tetep aja lo sayang..
Kalo lo ngga sayang, mana ada lo sampe ngomong "lupa cara membahagiakannya" mana ada lo kasih kesempatan doi trus2an padahal uda bikin salah.
Mana ada lo kasih kesempatan buat ini itu, mana ada lo pertahanin hubungan sampe selama itu kalo emang lo ngga sayang. Pengakuan lo berbanding terbalik dengan apa yang terjadi. Jadi mau ngaku kayak mana juga,
Judulnya tetep aja. Lo sayang!"
"Elah sekarang aja ngaku ga sayang. Di inget, lo dulu pertahanin hubungan berapa lama.."
"Makanya, kalo emang ga sayang ngapain sih lama-lama? Kalo alasan dia gamau putus, yakali. Alah, bilang aja lo yang ga siap kehilangan. Gitu ngomong ga sayang.."
"Nah, sekarang jadi klise. Mau kayak gimana, judulnya lo sayang sama dia. Ga usah muna ngomong ga sayang. Tapi beda lagi sih kalo emang cuma ambil untungnya doang.."
"Mending ya, kalo gue nih.. kalo emang ga sayang gue udahin awal-awal deh. Daripada makin kesini makin sakit semua.."
"Kalo lo ga sayang, lo ga akan kasih semuanya sama dia :)) think smart makanya.."
"Anjis.. gue sih peduli setan. Yang jelas gue sih selow-selow aja lah. Kalo emang ga sayang, make it simple. Tinggalin, udah. Ngapain lo lama-lama, trus akhirnya ngaku eh lo ga sayang dia ~ yang di sana berharap sama lo. Eh lonya bodo amat ama doi. Yakali ~"
Senin, 09 Maret 2015
Gadis Periang
Pernah saling memuji, lantas memaki..
Pernah saling membanggakan, lantas di tinggal pergi..
Pernah saling menyayangi, kemudian di benci..
Perbedaan bisa saling menyatukan,
Tapi perbedaan pula yang memisahkan..
Dan rindu kini hanya sebatas memandang..
Berganti doa yang hanya menginginkan kebahagiaan untuk prianya..
Seorang gadis periang itu kini murung..
Merindukan ia yang telah di beri segalanya..
Merindukan tapi tak bisa ia miliki lagi..
Gadis periang itu hanya mampu memandang ia dari kejauhan. Yang sekarang menikmati hidup yang ia pilih..
Sedang gadis periang itu? Sibuk menata serpihan hatinya..
Dalam hati sedikit menyesal, karna tak mampu menahan kekasihnya untuk tinggal..
Rindu itu ia simpan sendiri untuknya..
Menikmati setiap kenangan bersamanya, seakan gadis itu menikmati tiap jengkal kekasihnya dulu..
Rabu, 27 Agustus 2014
Berjuang Tak Sebercanda Itu
Sudah lama, blog ini menganggur karna aku sendiri lebih doyan menulis di tempat lain beberapa waktu ini..
Sampai akhirnya menuntaskan sebuah rasa penasaran yang terkadang akhirnya membunuh sedikit demi sedikit.
Banyak tanda tanya, berputar dengan ambisinya untuk mendapat sebuah jawaban. Yang terus memaksaku untuk mencari jawabannya satu persatu agar puzzle itu selesai pada waktunya.
7.30 pagi, aku belum tidur sejak semalam. Mata urung di beristirahat sepertinya, walau aku tau kapasitas badanku tidak memungkinkan diri seperti robot.
Oke, kembali lagi ke tanda tanya itu..
Banyak hal yang ingin segera aku selesaikan, salah satunya apa iya aku sudah benar-benar memenangkan hatimu?
Apa iya, kamu sudah melupakan segalanya?
Atau kamu masih hidup di sisa -sisa bayangannya?
Semakin lama aku mendapat jawaban, otakku akan memaksa untuk mendapatkan jawaban itu entah bagaimana caranya.
"Jangan sengaja pergi biar di cari, berjuang tak sebercanda itu" - Sudjiwo Tedjo.
Kenyataannya memang seperti itu. Seharusnya aku tak ingin tau apa yang sebenarnya terjadi, hanya saja itu membuat senjaku semakin meredup di telan malam.
Rahasia apalagi yang kau sembunyikan dariku?
Pagi ini otakku masih memaksaku bekerja, hatiku masih terjaga.. memaksaku menerima, apapun yang sedang Tuhan kerjakan, itu hanya sebagian rahasia yang akan membuatku mengerti..
Selasa, 11 Februari 2014
Untuk Sebuah Jarak yang Membuat Segalanya Berarti
Hai sayang,
kadang aku merasa benci..
Membenci ketika kita sudah di pertemukan dan dipisahkan lagi oleh jarak.
Membenci bahwa tak setiap harinya aku melihat tawamu dan menggenggam tanganmu..
Membenci tak setiap harinya kamu ada hanya sekedar mengajakku keluar untuk pergi makan.
Membenci bahwa tak setiap harinya, kamu ada untuk memelukku ketika aku letih menghadapi hari yang semakin tidak karu-karuan..
Tapi selepas itu..
Aku menghargai semua ini..
Bahwa setiap waktu yang kita lalui, menjadi semakin berharga untuk di sia-siakan..
Bahwa melalui jarak, kita sama-sama tau bahwa hubungan ini terlalu berharga disandingkan dengan keegoisan.
Percaya - jarak tidak akan terlalu lama memisahkan kita..
Percaya - cita-cita kita berdua segera terwujud.
Percaya - kita segera di persatukan.
Aku mencintai sejauh jarak memisahkan..
Aku mencintai sejauh rindu mencari cara untuk bertemu.
Aku mencintai sejauh kepercayaan yang jadi pondasi.
Aku mencintai sejauh kesetiaan meski sering di uji.
Aku mencintai.. tanpa jeda, tanpa koma..
Untuk kamu yang sedang aku rindukan hatinya ♡
Aku Mengagumimu Dari Jauh..
Pertama kali aku jatuh cinta, adalah pertama kali aku lihat senyum itu.. Senyum yang menyembunyikan luka..
Pertama kali aku menatapmu, adalah pertama kali aku lihat kamu diam memandangi jendela entah apa yang kamu tunggu..
Pertama kali aku rela membiarkan wajahmu terukir dalam memoriku, adalah pertama kali kamu mendatangiku malam itu. Berusaha membuat kejutan yang sama sekali tak pernah aku duga.
Tapi aku hanya mengagumi.. mengagumi setiap tutur katamu..
Mengagumi bahwa kamu memiliki hati sebesar itu walau telah di sakiti..
Mengagumi, bahwa rasa ini berada di orang yang tepat. Meski kamu tak pernah tau..
Bahwa dalam doaku, selalu ada namamu..
Bahwa dalam hari-hariku, rindu ini semakin menggebu.
Percayalah,
Aku baik-baik saja.. Ini lebih dari cukup.
Melihatmu bahagia dengan yang kau pilih..
Munafik ya? Kenapa aku tidak berjuang untuk hatiku, karna aku terlalu takut.. ketika rasa ini tersampaikan, ini semua akan berubah jadi keposesifan yang luar biasa.
Akan berubah menjadi ketakutan akan kehilangan yang luar biasa.
Cukup seperti ini,
Menjamahmu lewat doa. Biar Tuhan yang sampaikan..
Biar ini jadi milikmu, mengagumimu dari jauh. Itu lebih dari cukup sayang...
Dari seseorang terdekat yang tak pernah kau tau perasaannya..
Senin, 20 Januari 2014
Jadi, Aku Pergi Ya?
Hari ini cukuplah beban sesekali yang kamu buat namun bertubi-tubi.
Sudah aku bilang. Kamu jangan senggol hatiku terlalu kasar kan?
Selama ini aku hanya menahan sebuah perasaan. Yang mungkin menurut kamu itu tidak penting tapi tolong. Ini hatiku.
Kenapa harus buat permainan baru dan kamu selipkan aku disitu sebagai pemain. Bukannya sudah cukup permainan kemarin yang ajaibnya masih buat aku bertahan? Mereka bilang aku bodoh, aku mau berjuang. Mereka hanya tidak taukan, aku berjuang untuk perasaanku.
Jangan menungguku letih, lepaskan jika kamu memang ingin melepaskan satu persatu. Tapi jangan cari aku lagi.
Aku bangga kamu sudah berubah. Melebihi ekspetasiku dulu. Kamu sekarang jauh lebih baik.. anggap saja masa tugasku selesai, dan aku harus melanjutkan perjalanan..
Disini bukan tempatku. Ini tempatmu dan kenangan itu. Titip rinduku. Aku pergi, aku pergi untuk bahagiaku..
Minggu, 19 Januari 2014
Dear Kamu...
Terima kasih ya, masih mendampingi hingga detik ini sampai harinya datang. Terima kasih mau memulai meski sama-sama merasakan jatuh karna seseorang. Ini terlalu berlebihan ya kata-katanya.
Iya, aku ingat. Masih jelas. Bagaimana cara awal kita kenal dulu. Bisa di bilang ini cukup aneh bukan. Aku yang baru putus, begitu juga kamu. Jarang yang tidak terlalu jauh untuk di bilang sudah move on. Aku baru seminggiu – kamu juga baru 3 minggu setelah beberapa tahun pacaran. Sadar? Ini semua tidak semudah yang aku bayangkan awalnya. Kenapa? Awal hubungan ini ada bukannya aku sudah bilang, aku masih ingin menikmati duniaku. Menikmati sakitku. Bahkan aku memintamu untuk membantuku untuk mengobati bukan? Sampai ternyata aku tau kamu belum benar-benar menyelesaikan masalahmu dulu dengan dia. Aku terlalu frontal? Ah masa bodoh…
Dia sempat menyebut namaku bukan? Iya saat itu kita berdua masih tidak ingin langsung membawa hubungan ini langsung ke publik. Entah akhirnya kamu memutuskan untuk memilihku walaupun saat itu masih terbesit untuk kembali dengannya bukan? Hei, aku merasakan hal yang sama waktu itu. Ternyata bukan hanya itu, banyak hal yang kamu tutup-tutupi sampai akhirnya kamu sendiri yang memunculkan itu ke permukaan. Awalnya aku hanya menganggap aku bodoh masih bertahan berdiri di samping kamu saat itu.
Awalnya kita berdua tidak benar-benar memastikan hubungan ini serius karna sama-sama masih saling mencari bukan? Ah ternyata Tuhan inginkan berbeda. Belum genap sebulan kamu dan aku akhirnya memutuskan untuk membawa hubungan ini ke tahapan yang lebih serius. Sama-sama saling mengobati, sama-sama berusaha membawa dalam kebaikan. Iya, ini yang kamu maukan sayang? Bahkan belum genap sebulan kamu sudah bawa aku ke orang tuamu, di depan ibu kamu bilang “ma.. Aku serius sama dia” dan akhirnya kita memutuskan untuk mengulang komitmen kita lagi kali ini. Entahlah… Kenapa hingga saat ini kamu masih bertahan, atau aku masih bertahan. Padahal, iya.. berkali-kali aku minta kamu untuk pergi.
Terima kasih ya, mengajarkan aku untuk mencintai sebuah kekurangan. Untuk menerima bahwa itu semua juga bagian dari hubungan ini. Kalau saat itu aku merasa bahwa mencintai kamu itu salah, tapi kali ini aku bersyukur. Karena aku bisa belajar banyak hal, bahwa ikhlas tidak mengharapkan apapun.
Mungkin aku pernah menyesal memilih kamu, tapi setelah semuanya. Aku menyadari, bahwa Tuhan tak akan pernah salah meletakkan aku disamping seseorang yang selalu bersyukur atas kehadiranku.
Rabu, 30 Oktober 2013
3 cinta
Minggu, 27 Oktober 2013
Berhenti Menanti BUKAN Berarti Berhenti Mencintai
Ingat beberapa kali janji yang kita ikrarkan akhirnya kandas juga?
Menerima segala sesuatu yang bahkan tidak kita harapkan termasuk hal sulit dalam hidupku setelah beberapa lama aku tidak merasakan setitik sakit itu lagi.
Sakitnya berusaha melupakan seseorang yang pernah memberikan sebuah senyum.
Sakitnya berusaha melupakan seseorang yang pernah berjanji menuliskan cerita berdua untuk tumbuh bersama.
Sakitnya berusaha melupakan kenyataan bahwa ternyata cerita kita berbeda.
Kamu sudah jauh beberapa langkah di hadapanku, melepaskan semua cerita kita dan melupakan segala yang pernah terjadi.
Mungkin aku tak cukup baik saat itu dan saat ini...
Mungkin pula aku tak cukup berarti kali ini...
Maaf karna lembar yang aku serahkan hanya lembar yang mungkin memang harus kamu hapus.
Maaf karna aku tak cukup baik...
Maaf karna segalanya masih kurang...
Maaf karna aku tak pernah bisa sempurna...
Maaf untuk ego dan khilafku...
Maaf untuk kecewa yang aku beri...
Maaf untuk segala cerita yang sempat aku tuliskan di lembaranmu...
Maaf untuk kenangan yang aku tinggalkan bahkan (mungkin) kamu enggan mengingatnya.
Terima kasih, karna pernah mencintai aku sedalam-dalamnya, terima kasih karna pernah melakukan segalanya untukku dan untuk kita.
Aku berhenti, bukan... Bukan karna aku letih.
Aku menyadari, aku berharap untuk seseorang yang bahkan tidak melihatku.
Aku menyadari, bahwa apapun yang aku paksa kali ini tidak akan menghasilkan apapun.
Aku menyadari, bahwa kebahagiaanmu bukan aku.
Cari bahagiamu, cari jalanmu sendiri...
Maaf karna menyakitimu sedalam ini...
Minggu, 07 Juli 2013
Maafkan Untuk Aku Yang Tak Sempurna
Berulang kali uraian cerita tanpa koma aku utarkan secara gamblang agar kamu mengerti,
Aku masih terduduk sendiri, memahami kamu... Memahami caramu... Memahami bagaimana sesungguhnya aku dimatamu...
Tapi kali ini,
Sudah habis dayaku... Sudah habis air mataku yang menari hampir setiap hari.
Sudah habis dayaku untuk tetap berdiri dan memintamu terus menjalani cerita yang bahkan aku tak pernah paham kemana segalanya berakhir.
Maafkan, aku yang hampir setiap hari memujimu di depan mereka dengan menutupi segala perasaan yang sebenarnya, bahkan aku jauh dari bahagia.
Letih ini bukan cerita berkelanjutan. Aku memutuskan untuk berdiri bersamamu, disampingmu...
Ah...
Lupakan, segalanya berat.
Bukan aku tidak ikhlas, aku hanya letih memperjuangkan orang yang bahkan tidak melihatku barang sebentar.
Aku masih tidak paham dengan definisi ini,
Antologi yang masih jadi tanda tanya besar dengan bualan "Happy Ending"
Bagaimana menurutmu tentang "Sayang yang Menguasai"
Aku bukan seseorang yang bisa terus berdiri disampingmu, selama ini sudah cukup kamu memporak porandakan seluruh ruang hati dan hidupku. Memaksaku untuk mencintai kamu yang bahkan kamu lupa setiap kepingan cerita yang aku punya, itu akan masuk dalam kehidupanku.
Kamu memaksaku untuk dewasa, namun berbatas dengan asa yang kamu miliki.
Bukan sepihak, aku hanya letih membawa "Kita" kalau akhirnya kamu kembalikan lagi menjadi "Cuma Tentang Aku"
Tapi kali ini, tengok aku!
Masih berbekaskah cerita yang aku berikan?
Aku pernah menobatkan kamu sebagai yang terindah, sebagai seseorang yang lebih baik dari ceritaku yang kini sudah ku bakar habis.
Harapan itu kamu bakar sendiri, kamu hapus sendiri. Dengan gantinya kamu menyalahkan aku yang melakukan itu semua. AKU PENYEBAB ITU SEMUA.
Memang ini semua salahku, seharusnya aku berhenti mencinta.. Setelah terluka, boroknya masih basah... Dan kamu menambahkan lagi luka, tepat di sesuatu yang aku sebut dengan hati.
Sadar?
Kamu penyebab aku berubah,
Kamu penyebab aku berpaling,
Kamu penyebab aku mengubur hidup-hidup asa yang pernah ada.
Kamu penyebab aku menarik kata-kata bahwa kamu lebih baik..
Aku menyerah... Iya aku menyerah menambah luka...
Sudut Tanpa Batas...
Ga perlu cari tau, seperti apa aku dan kamu nanti.
Ga perlu cari tau, apa aku masih bisa mendampingi kamu dan masa depanmu nanti.
Semua masih abu-abu,
Sama seperti keyakinan aku yang mulai terbengkalai tak berbekas di sudut ruangan gelap tanpa sorot lampu akhir-akhir ini.
Seberapa bisa aku bernyanyi merdu namun sendu yang nantinya di dengar malaikat maut dari dunia sana.
Iya,
Kamu ga perlu cari tau, kamu cukup lihat aku masih berdiri di sisi yang sama.
Masih mengumpulkan keberanian untuk berjalan, entah mendekat atau menjauh..
Kamu ga perlu cari tau apa aku akan berhenti sambil melepaskan kepingan harapan yang sudah mulai tumbuh lalu menghilang.
Ini sebuah antologi,
Untuk apa melibatkan aku jika ini semua tentang kamu dan hidup kamu?
Untuk apa kamu mencari tau segala hal yang terjadi jika kamu membebani pikiranku sedemikian rupa?
Harapan itu usang, iya... Lembar baruku hanya tinggal selembar, pensilku hampir patah. Sedang penghapusku di sembunyikan Tuhan entah dimana.
Maaf... Maaf... Jika masih kurang menyentuh batinmu dengan segala perjuangan yang bahkan hanya kau lihat sepintas,
Maaf... Maaf... Jika anggapanmu tentang perjuanganku hanya dilihat sebagai "menguasai"
Setidaknya Tuhan tau,
Seberapa sering aku meneteskan air mata dan berujar aku ga sanggup tapi masih di kokohkan dengan cinta abadiNya.
Seberapa sering aku memutuskan pergi tapi dikembalikan lagi dijalan yang sama.
Iya,
Aku minta maaf.. Untuk segala hal yang masih tak mampu aku sentuh dengan tangis, dan cerita yang bahkan kamu belum tentu peduli..
Ini masih ruang gelap, di sudut ruangan, tanpa batas. Dan hanya asa yang menguap...
Minggu, 23 Juni 2013
The Worst Part....
Sabtu, 08 Juni 2013
Dan Dia Tidak Menyesal MEMILIHMU...
Tapi apakah kamu tau?
Dia berusaha? Berusaha sekuat tenaga untuk tenang agar air matanya tidak jatuh walaupun lagi-lagi air matanya menetes lembut di pipinya.
Tapi apakah kamu tau?
Dia berusaha menahan egonya ketika kata-kata kasarmu menghantam dinding hatinya
Entah berapa kali dia menyakinkan dirinya sendiri bahwa memilihmu adalah jalan terbaik yang tak pernah ia sesali?
Yakin,
Berapa kali dia memutuskan untuk menjauh. Memutuskan mencari bahagianya sendiri namun tanpa di sadari dia kembali pulang padamu.
Dia berusaha... Berusaha memahami bahwa letihnya kegiatanmu menjadikan dia lampiasan amarahmu.
Dia berusaha.... Berusaha agar air matanya hanya tertahan dan tidak tertumpah sesuai keinginanmu. Kamu taukan hatinya terluka?
Bagaimana bisa, dia bertutur kata lembut ketika kamu bilang kamu cemburu? Sedangkan kamu? Coba lihat, apa kamu sudah lakukan hal yang sama? Tidakkan?
Dia yang punya mimpi bersamamu, dia yang merajut asanya untukmu. Dia yang sedang berusaha memantaskan dirinya untukmu. Did you see that?
Seletih apapun dia, semuncul apapun egonya, dia selalu merasa bersalah bahwa dia menyakitimu. Coba tengok barang sebentar. Apa dia masih ada untuk menungguimu?
Di luar sana, banyak yang jauh lebih berarti daripada kamu. Yang menjanjikan kebahagiaan mutlak, ah tidak usah munafik kamu pasti akan berkata "Yasudah, kalau memang ada yang lebih dari aku. Pergilah" tapi yakinlah, kamu akan menyesal melepaskan orang terbaik di hidupmu...
Dia tau ada orang yang lebih baik daripada kamu. Tapi kamu tau? Seperti apapun kamu, dia tetap memilihmu...
Senin, 27 Mei 2013
Apa Kamu Akan Tetap Bertahan?
Kamu sudah tau kan? Seberapa sering aku kadang melawan sakitku.
Bertahan dengan tasbih dan doa. Peralatan dokter, obat.
Kamu sudah taukan? Kalau rambutku mulai rontok helai demi helai.
Kamu sudah taukan? Kalau kulitku sudah mulai keriput karna alat-alat itu dan obat kimia yang menjalar jadi prioritas di tubuhku agar aku bertahan.
------------
Apa kamu masih mau? Bertahan di sampingku ketika rambutku bahkan sudah rontok sama sekali?
Apa kamu masih mau? Bertahan disampingku ketika berjalanpun aku harus dipapah.
Apa kamu masih mau? Bertahan disampingku ketika aku harus menggunakan kursi roda untuk menggantikan kakiku?
Apa kamu masih mau? Bertahan disampingku ketika kamu hanya bisa menungguiku disamping kasurku?
Aku tidak memaksamu bertahan disampingku. Karna aku tau, di luar sana banyak yang lebih normal dari aku..
Yang tidak berkutat dengan dokter, tidak berkutat dengan obat. Bahkan... ah sudahlah :)
Setidaknya,
kalau kamu pergi meninggalkan aku. Kamu pernah jadi alasanku berjuang.
Kalau kamu pergi, aku amat bersyukur pada Tuhan bahwa aku di ingatkan masaku untuk membahagiakan kamu usai..
Setidaknya,
Aku tak akan menyerah begitu saja untuk bertahan...
Tuhan tau aku berhak bahagia.
Jadi Tuhan pasti izinkan, kamu ada di sampingku.. apapun masalah, dan keadaannya..
Kamis, 16 Mei 2013
The Past is The Past ~
Ngejalanin segala sesuatunya dengan seseorang sebelum kamu.
Menyayangi sedalam-dalamnya, bahkan mempertahankan sebegitu hebatnya...
Wajarkan? Dia pernah mencintai, seseorang sebelum kamu?
------------
Tapi sekarang,
Lihat dengan siapa dia berdiri sekarang?
Lihat siapa yang ada disampingnya sekarang?
Lihat, siapa yang disayanginya sedalam-dalamnya, digenggamnya erat-erat sekuat hatinya?
Itu Kamukan? Bukan masalalunya?
Lalu, apa yang kamu cemaskan?
Kamu mencemaskan sesuatu yang bahkan dia nggak pernah pedulikan...
Masih kurang cukup dengan "siapa yang dia pedulikan sekuat hatinya sekarang?"
Kenapa kamu mencemaskan sesuatu yang nyatanya nggak pernah ada...
------------
Coba lihat kamu,
Lihat seberapa kuat kamu dulu.
Kamu juga pernahkan mencintai seseorang sedalam-dalamnya, mempertahankan sekuat hatimu. Itu dulukan?
Coba, sesekali. Lihat dia, dengan sudut pandangmu yang lain.
Apa dia mencemaskan sesuatu yang sudah lewat? Apa dia mencemaskan kamu dan "dia". Jawabanmu masih Tidakkan?
Karena dia tau,
Kamu berdiri disampingnya,
Karena dia tau,
Kamu menggenggam tangannya.
Karena dia tau,
Hidupmu sekarang, bahkan hatimu sekarang untuknya.
Berhentilah mencemaskan sesuatu yang sekarang menjadi hantu fiktifmu.
Karna percayalah, masa lalu akan tetap jadi masalalu...
Dan yang kamu jalani adalah masa sekarang, yang apa kata waktu bisa berubah jadi sebuah masa depan.. :)
Untuk Kamu yang Kehilangan Harapan...
Kamu pernahkan? Setelah lepas dari sakit, luka yang belum kering. Dengan beraninya menggantungkan harapan baru...
Kamu pernahkan? Setelah menata lagi hati, dengan kepingan yang belum lengkap. Dengan beraninya, menghapus air mata, dan membiarkan sebuah harapan tumbuh..
Tumbuh dalam mimpi... Angan... Bahkan dari rasa tidak percaya.
Semua orang pernah seperti itu, memperjuangkan.. Namun akhirnya lepas.. Di perjuangkan, namun tidak sama sekali memperjuangkan.
----------
Jangan dikira, memulai harapan baru itu mudah. Menumbuhkan rasa percaya harapan itu mudah.
Sulit, pasti. Tapi mau berhenti, lalu menatap kosong harapan yang sudah kamu mulai sendirian. Dengan kaki yang mulai letih berjalan, otak yang sudah mulai letih berfikir, hati yang sudah mulai letih disakiti.
Entah seberapa sering kamu kehilangan sebuah harapan, bukan berarti kamu harus menyerah...
Entah seberapa sering kamu ditinggalkan harapan, entah cinta, entah mimpi, entah cita-cita. Bukan berarti lantas kamu menyerah untuk mengejar.
Coba renungkan, seberapa sering air matamu menetes karena harapan... Seberapa sering kamu merasa, "Harapan itu ada... Ada, tapi.... Hilang"
Nggak ada yang salah dengan berharap, nggak ada yang salah dengan seberapa seringnya kamu menggantungkan harapan. Ngga ada yang salah, seberapa sering kamu bercerita pada bintang tentang harapanmu...
Segala hal... Lihat, seberapa letihnya kamu membangun segalanya. Demi kamu dulu... Lalu lakukan untuk orang lain..
Harapan yang kamu inginkan, pasti... Pasti kamu dapatkan.. Lebih...
Ketika kamu percaya, ketika kamu berani. Punya harapan, punya mimpi... Dan jadi tujuan 'pulang'
I Always be Loved with Reason
Kadang aku ngerasa, nggak semua hal bisa tanpa alasan. Termasuk tentang soal di cintai...
I Always be Loved with Reason..
Ngga semua hal tentang aku bisa di jadikan sebuah alasan, untuk di cintai...
I Always be Loved with Reason
Bahkan aku yang pernah bertahan dengan satu sanggahan, bertahan untuk tetap berdiri di sisi yang sama tanpa alasan. Tapi, seseorang selalu punya alasan, untuk merubah sebuah perasaan.
I Always be Loved with Reason
Entah fisik, atau penampilan. Bahkan sejajaran sifat dan sikap. Bisa jadi alasan untuk merubah sebuah perasaan. Dari yang sangat... Bisa jadi biasa.
I Always be Loved with Reason
Sesekali. Aku ingin, membiarkan segalanya mengalir meski dengan alasan. Bersyarat..
I Always be Loved with Reason
Sesekali, aku bahkan ingin di cintai tanpa alasan. Apapun! Bahkan secuil itu untuk berubah..
---------
Di cintai itu selalu di awal, tanpa alasan hingga akhirnya kamu akan temukan alasan untuk merubah sebuah perasaan yang awalnya mendalam. Entah apapun, tapi yang aku tau. Sesuatu yang tulus, nggak akan pernah menemukan alasan.
Ya...
cinta itu selalu bersyarat..
Dan nanti,
entah kapan. Tuhan selalu pilih jalan yang terbaik. Membiarkan aku dengan sakit ini, bergumul dan membiasakan. Suatu saat Tuhan akan tunjukkan keajaiban,
Bahwa aku pantas di cintai tanpa sebuah alasan...
Rabu, 15 Mei 2013
"... Izinkan Aku Sembuhin Lukamu ya?"
Pertemuan yang nggak sengaja pun bisa berakhir di sebuah cerita baru, yang sempat melencengkan sebuah tujuan. Bahkan yang awalnya cuma sekedar kenal akhirnya ingin lebih kenal, memastikan perasaan itu benar ada atau nggak. Atau, cuma sekedar lewat.
Oke, sekali lagi aku bilang. Tuhan selalu "Ajaib"
Ini aku, yang ngga tau mau apa, (basically I just broke up with my ex). Ngebuka hati pun rasanya sulit, dan lagi-lagi, Tujuan awalku "di stop" sementara sama Tuhan.
Berantai, tapi Tuhan merawat "sakit"nya aku dengan cara yang ajaib. Gara-gara chatting kalau aku bilang. Konyol, mungkin sebagian dari kalian mikir "aduh, ngapain sih gini aja pake di tulis" tapi beginilah caranya aku mengingat segala keajaiban Tuhan atas aku :)
Sempat sesekali aku mikir, kayaknya bakal stuck disini. Nutup hati dulu sampai... Ya.. Benar-benar, serius.
Nggak bakal pernah paham sama semua rencana Tuhan untuk segala macemnya. Bahkan saat itu aku masih susah menemui senja, karna cuma mendung.
Tapi...
Itu semua bikin aku punya kenangan, bahwa "kamu perlu mengenal dunia sekitarmu. Peduli setan sama omongan orang tentang kamu..." Aku beranjak dari sini, dari tempat yang awalnya bikin aku porak poranda dengan jalan cerita yang luar biasa hebat. Aku belajar mencintai diri sendiri dari sebuah arti di sia-siakan.
Ya, singkat cerita. Aku memang pernah di sia-siakan ;)
Keajaiban ini bener-bener terjadi, yang akhirnya bikin aku belajar bersyukur atas apa yang aku punya. Termasuk KAMU :)
dari yang 1/4 hati mau di ganti magnum :) sampe akhirnya jadi 1. Semua kejadi gitu aja, tapi puzzlenya masih harus di susun. Harus di tata lagi.
Iya, sekitar 12 minggu yang lalu. Kamu bilang semuanya, ditempat yang bisa kita bilang "aneh" tapi punya kenangan. Kamu yang suka naik turunin perasaanku, kamu yang akhirnya sempat aku buat jenuh atas segalanya, kamu yang.... kamu yang.... Keajaiban itu ada...
Ini awal segalanya, awal cerita. Puzzle yang harus di susun satu demi satu, hati yang harus di tata ulang. Memang baru sebentar sih, tapi.... Aku belajar banyak hal dari kamu.
Kamu punya mimpi... Aku... Kita....
Tanpa kamu sadari, kamu sembuhin segala hal. Walaupun terkadang, masih ada sisi yang kamu koyak.
Terimakasih masih membuat aku percaya bahwa aku masih di cintai setelah di sakiti. Masih membuatku bertahan hingga detik ini, terima kasih masih bertahan dengan segala canda, capek, sedih, air mata, bahagia... Bahkan keajaiban baru yang kamu tulis di buku harianku yang baru.
"Bukan soal kesempurnaan, bukan soal kekurangan atau kelebihan satu sama lain. Ini soal menerima.. ini soal bersyukur dan percaya, bahwa keajaiban itu selalu ada"
Kamis, 11 April 2013
Sepucuk pesan Untuk Bunda
Selamat malam Bunda.. Mungkin bunda sudah terlelap dengan sejuta pikiran yang bergelayut di kepala bunda..
Entah sekedar memikirkan ananda, atau lainnya..
Bunda, bunda adalah perempuan terkuat yang pernah ananda tau. Dengan kepingan kesabaran merawat ananda. Yang rela menitikkan air mata ketika ananda salah.. Ananda buat kecewa..
Bunda.. Maafkan ananda, jika hingga sejauh ini. Selangkah pun ananda belum bisa membahagiakan bunda..
Bunda.. Bunda adalah salah satu alasan kenapa ananda kuat hingga saat ini.. Bunda adalah alasan kenapa ananda mampu berjuang.. Bunda, lihat bunda.. Lihat.. Ananda sudah dewasa sekarang.
Bunda.. Ridhoi ananda melangkah.. Ridhoi ananda dengan setiap doa yang kau panjatkan setiap sepertiga malam.. Ridhoi ananda yang kau sebut di tiap doa dalam hembus nafasmu..
Bunda..
Jangan biarkan ananda terjatuh bunda.. Ingatkan, ingatkan ananda. Bahwa bunda siap menarik ananda, ketika ananda terjatuh.. Panjang umur bundaku sayang.. Sehat selalu..
